Showing posts with label education. Show all posts
Showing posts with label education. Show all posts

Sunday, April 25, 2010

Taiwan Top Universities 2009

There’re are lots of ranking methodology and results on the Internet. But the list of Taiwan Top Universities I wrote here will be based on QS Top Universities. You can read their university ranking on their website. I’ll list 3-6 top Taiwan Universities grouped by various categories. The Taiwan universities will be ordered based on their ranking on each categories. This post is written by Gandhi Manalu [http://gandhim.wordpress.com].

  1. World University Rankings:

    1. National Taiwan University – NTU (95)

    2. National TSING HUA University (223)

    3. National CHENG KUNG University (281)

    4. National YANG MING University (306)

    5. National Taiwan University of Science And Technology – NTUST (351)

  2. World University Rankings – Natural Sciences:

    1. National Taiwan University – NTU (51)

    2. National TSING HUA University (150)

    3. National Taiwan University of Science And Technology – NTUST (254)

  3. World University Rankings – Engineering/Technology:

    1. National Taiwan University – NTU (47)

    2. National TSING HUA University (84)

    3. National Taiwan University of Science And Technology – NTUST (143)

    4. National CHENG KUNG University (160)

    5. National CHIAO TUNG University (166)

  4. Asian University Rankings:

    1. National Taiwan University – NTU (22)

    2. National TSING HUA University (40)

    3. National CHENG KUNG University (43)

    4. National YANG MING University (47)

    5. National SUN YAT-SEN University (71)

    6. National Taiwan University of Science And Technology – NTUST (72)

  5. Asian University Rankings – Life Sciences & Biomedicine Subject:

    1. National Taiwan University – NTU (10)

    2. National Taiwan University of Science And Technology – NTUST (42)

    3. National SUN YAT-SEN University (66)

    4. National TSING HUA University (67)

    5. National Central University (69)

  6. Asian University Rankings – Natural Sciences:

    1. National Taiwan University – NTU (10)

    2. National TSING HUA University (33)

    3. National Taiwan University of Science And Technology – NTUST (57)

    4. National Central University (60)

    5. National CHENG KUNG University (63)

  7. Asian University Rankings – IT and Engineering:

    1. National Taiwan University – NTU (16)

    2. National TSING HUA University (32)

    3. National Taiwan University of Science And Technology – NTUST (41)

    4. National CHENG KUNG University (49)

    5. National CHIAO TUNG University (52)

The number in the left is the university ranking in Taiwan on particular category whereas the number in brackets denotes the university ranking in each category.This post is written by Gandhi Manalu [http://gandhim.wordpress.com].

Thursday, March 19, 2009

Pengenalan Himpunan Fuzzy

Untuk bisa mengerti lebih jelas mengenai himpunan fuzzy, pertama-tama saya akan menjelaskan terlebih dahulu mengenai himpunan crisp.


Cara tradisional untuk menyatakan apakah sebuah obyek merupakan anggota sebuah himpunan atau tidak adalah dengan menggunakan fungsi karakteristik (kadang-kadang disebut juga dengan fungsi diskriminasi). Jika sebuah obyek merupakan anggota dari sebuah himpunan maka fungsi karakteristiknya 1. Jika sebuah obyek bukan merupakan anggota dari sebuah himpunan maka fungsi karakteristiknya 0. Fungsi karakteristik dapat didefinisikan menggunakan pemetaan fungsional sebagai berikut:



$latex \mu_a(x)\colon X\rightarrow\{0,1\}$

yang menyatakan bahwa fungsi karakteristik memetakan himpunan universal X ke himpunan yang terdiri dari 0 dan 1. Himpunan dimana fungsi ini berlaku disebut himpunan crisp.


Pada himpunan fuzzy, sebuah obyek dapat berada pada sebuah himpunan secara parsial. Derajat keanggotaan dalam himpunan fuzzy diukur dengan fungsi yang merupakan generalisasi dari fungsi karakteristik yang disebut fungsi keanggotaan atau fungsi kompatibilitas, yang didefinisikan sebagai:


$latex \mu_a(x)\colon X\rightarrow[0,1]$


Fungsi keanggotaan memetakan X kedalam kodomain yang merupakan bilang riil yang terdefinisi pada interval dari 0 sampai 1 secara inklusif. Dimana 0 berarti tidak ada keanggotaan, dan 1 berarti keanggotaan penuh pada himpunan A. Sebuah nilai pada fungsi keanggotaan, misalnya 0.6, disebut sebagai nilai keanggotaan.

Algoritma Genetika yang Romantis

Algoritma Genetika adalah salah satu algoritma metaheuristic yang biasa digunakan untuk melakukan pencarian solusi yang paling optimal (maximize atau minimize). Cara kerja algoritma ini mensimulasikan fenomena dari evolusi alam. Intinya adalah, spesies yang paling unggul akan memiliki kesempatan untuk bertahan hidup yang lebih besar.


Konsep dasar algoritma ini sebenarnya sederhana. Kromoson merepresentasikan sebuah solusi potensial terhadap sebuah masalah. Proses pencarian solusi potensial berikutnya dapat dibayangkan sebagai sebuah proses evolusi terhadap populasi dari kromosom.


Pada saat proses pencarian solusi potensial berikutnya, algoritma ini akan menselaraskan dua tujuan:




  • Eksploitasi solusi-solusi terbaik

  • Eksplorasi ruang pencarian


Keromantisan algoritma genetika terletak pada dua tujuan tersebut. Eksplorasi ruang pencarian ibaratnya seseorang yang sedang mencari pasangan. Dia akan memperluas "ruang pencarian" ketika dalam proses pencarian, tapi ketika sudah menemukan yang cocok, dia akan fokus terhadap yang satu itu dan "mengeksploitasi" (dalam arti mencoba lebih mengenal) pasangannya tersebut.


Tapi tentunya analogi tersebut tidak sepenuhnya cocok di dunia nyata. Karena, algoritma genetika akan terus mencari pada ruang pencarian, walau sudah menemukan solusi potensial, sampai menemukan kondisi berhenti.


Informasi lebih lanjut:



Friday, March 13, 2009

Fuzzy Chocolate

Sekedar pengantar, fuzzy logic adalah logic yang nilai kebenarannya memiliki derajat. Berbeda dengan conventional logic yang hanya memiliki nilai kebenaran True atau False (atau biasa direpresentasikan dengan 0 atau 1), fuzzy logic memiliki nilai kebenaran antara 0 sampai dengan 1. Jadi, sebuah proposisi "Gandhi orang sangat keren" bisa memiliki derajat kebenaran 0.9 atau 0.8 (walau sebenarnya kita tahu derajat kebenarannya 1 ;p). Kalau chocolate, pasti semuanya sudah mengetahui makanan yang satu ini.


Sekarang, masuk ke inti cerita. Ada cerita kalau wanita Jepang sedikit lebih aktif, dalam artian mereka sering lebih dahulu menyatakan cintanya ke pria Jepang. Tapi, terkadang mereka belum siap mental apabila si pria menolak cinta mereka, bahkan sampai-sampai merasa murung dlsbg.


Nah, ada produsen coklat, yang mengadopsi fuzzy logic untuk memasarkan coklat produksinya, yang disebut dengan fuzzy chocolate. Saya tidak tahu persis bagaimana teknisnya. Tapi kira-kira begini, pada saat valentine, apabila seorang wanita memberi fuzzy chocolate kepada seorang pria, si pria akan menerima coklat dari si wanita, tapi belum tentu si pria menerima cinta si wanita. Sekarang intinya bukan masalah diterima atau ditolak (seperti pada logika konvensional), melainkan berapa "derajat" penerimaan si pria terhadap si wanita. Dengan begitu tidak ada yang merasa tertolak atau menyakiti.


Sekarang, tinggal si pemberi coklat yang bertanya, "what's your degree of certainty?" :D

Friday, August 22, 2008

Matrikulasi itu

Kemaren saya dapat kesempatan memberikan sebuah materi dari serangkaian materi yang akan diberikan ke mahasiswa baru di tempat saya mengajar.

Karena jadwal yang diberikan kepada saya sudah sore (mulai pukul 15:00) saya ingin mengetahui apakah mahasiswa baru tersebut masih memiliki energi yang cukup untuk berkonsentrasi untuk menyerap materi yang akan saya berikan.

Saya memberikan test sederhana berupa sebuah persamaan:

X + Y = X / Y


Dengan sembarang saya memilih seorang mahasiswa untuk menjawab berapa nilai X apabila diketahui nilai Y sama dengan 3. Mahasiswa yang saya tunjuk tidak dapat menjawab, mungkin masih syok karena diberikan soal mendadak. Saya tanya mahasiswa di sampingnya juga tidak bisa menjawab. Hmm... mungkin perlu waktu sedikit lebih lama untuk loading. Dan memang benar, mahasiswa berikutnya sudah bisa menjawab dengan benar. Setidaknya saya amati hampir semua mahasiswa mencoba menghitungnya (yang artinya mereka masih berkonsentrasi :D)


Saya membawakan materi dengan topik email. Sebenarnya bukan ini topik yang diberikan kepada saya di awal, tapi saya meminta kepada koordinator matrikulasi supaya saya diberi topik ini karena saya ingin mendidik mahasiswa baru supaya mereka tidak membuat kesalahan yang sering dilakukan ketika berkomunikasi dengan email, terutama untuk kesalahan-kesalahan yang sering saya amati secara langsung.


Secara teori saya merasa semua sudah disampaikan, sayangnya saya tidak bisa mengamati ketika praktikum karena ada masalah dengan login mereka.


Well, I'll see that in the matriculation test.

Friday, August 15, 2008

Logic is Everywhere

Today is the last day of Summer School program that followed since 4th August 2008 at Faculty of Computer Science, University of Indonesia. The topic of the summer school is "Computational Logic and Its Applications". Almost all the lecturers are from TU Dresden, Germany. But there is also one lecturer from ANU, Australia, and of course one from UI.

The topic is really new for me, since my educational background is in Mathematics, and I work in education field in Informatics, so I never learn (or even heard) about Computational Logic. And as I predicted, the topic is really brain-teasing. Classical Logic that I've learned in one of my course during my undergraduate study is far simpler than what I learned during the summer school.

I'll write (very) brief information about each of the lectures in my next posts, but for now, I'll just give a general information about the courses given.

The first course was Propositional Logic and Satisfiability Testing from Holldobler. He's the Director of the ICCL. Then came Axel Grossmann with his Probabilistic Reasoning. Topic about Proof Theoretical Foundations for Specification Languages was given by Alwen Tiu. Stefanus gave course titled Modal Logic (where truth has several modes ;p). Course about Description Logic was given by the only beautiful lecturer of all, Anni-Yasmin Turhan. Possega gave a course on Interactive Theorem Proving. And the last but not least, a the only mathematician, Ganter, who gave a course on Formal Concept Analysis.

Frankly, I don't understand the whole course very well, but I'll try to learn it again when I come back to my campus, because all the topics are really interesting.

Well, that's all for now, hopefully I have enough time to write each of the courses given.

Sunday, May 18, 2008

My Point of View about UAN

Being a Tim Pemantau Independen (Independent Monitoring Team) member for 2008's SMA (Senior High School) and SMP (Junior High School) UAN (National Final Test) assured me that the implementation of UAN is not appropriate yet.

Lots of the teachers (from my interaction with them) complaint about Government's policy that set a standard of graduation for UAN (a student must pass a certain grade to be considered graduated). They said that the standard only applicable if all schools in Indonesia got the same facilities. The situation now is, only schools located in cities (mostly) got good facilities.

In my opinion, UAN is good, because the students can measure themselves, whether they've acquired a decent knowledge or not. But, the result of UAN shouldn't be used to determine students' graduation. I agree that the graduation of students is determined only by the schools, since they're the one who has guided the students from the early stage of their education.

If the students decided to continue their study, let the next-level institution determine whether a student fulfill their requirements or not. For example, a high school can set a standard of SMP UAN's grade of 5.5 to enter their school.

Of course several things need to be considered more thoroughly, like if all of SMA set their standard of SMP UAN's grade of 5 then there must be left some students who can't enter SMA.

Saturday, April 26, 2008

Being a TPI

Last three days, from 22 until 24 of April 2008, I was assigned to be a TPI (Tim Pemantau Independen - Independent Monitoring Team) for UAN (Ujian Akhir Nasional - National Final Evaluation) at Bintang Timur 1 Balige (BTB) high school in Toba Samosir region.

From my observation, generally the UAN at this school run smooth. The teachers did their job very well in watching the students. There were some cheating activities observed by me though, and when I found that, I just looked sharply at the eye of the students who cheated and they'd stop (but they'd tried again and again). I've written all the activities that I observed in a report form and gave it to the committee.

From the committee I got information that there are schools that helped their students by providing the key answer for their students and distributed it via hand phone. This has been a circle of evil. The teachers didn't want their students failed. Because if their students failed, they'll be blamed. Because of that condition, the students didn't prepare themselves very well for the UAN, and just depends on the "help" from their teachers.

Then I just wondering, will there be any follow-up from the report by TPI committee?