Showing posts with label entertainment. Show all posts
Showing posts with label entertainment. Show all posts

Friday, March 13, 2009

Niat Baik - Implementasi = Omong Kosong

Melihat gambar dari komik Dilbert di bawah ini saya hanya bisa senyum-senyum nostalgila, eh nostalgia :)





[caption id="" align="alignnone" width="460" caption="Dilbert Comic for March 12, 2009"]Dilbert Comic for Comic for March 12, 2009[/caption]

Monday, March 9, 2009

Teteup

Bule: Hi, what's your name?

Me: Gandhi

Bule: Randy?

Me: No, Gandhi. As in Mahatma Gandhi.

Bule: Ooo, Mahatma Randy?

Me: *gubrakkkkk*

Saturday, March 7, 2009

City Hunter Theme Song

Kemaren saya dapat beberapa film lawas tentang detektif kocak yang agak-agak saru berjudul City Hunter. Pas dengerin theme song nya, saya langsung suka lagunya en selalu memutar theme song nya.

Berikut lirik dari theme song nya:

Ai yo kienaide moo u um
I need you, zutto sagashiteta

(Love, don't go away again
I need you, I've looked so long for you)


Ai o tomenaide moo u um
Kore ga saigo no, fall in love

(Don't stop the love again
I won't ever need to fall in love again)


Futari atta kono guuzen
Kono mama daiji ni shitai yo

(By some wonderful chance we met
And I want to cherish this always)


Hiza o kakaeru tame no kinoo
made no ryoote
Kyoo kara wa otagai no haato o nosete

(Until yesterday my hands were
For hugging my knees close to me
But from this day forth they hold our hearts)


Ai yo kienaide moo u um
I need you, nido to mayowanai

(Love, don't leave me again
I need you, this I'll never doubt)

Ai o tomenaide moo u um
Hitomi mitsumete, fall in love

(Don't stop the love again
Looking into each toher's eyes, we fall in love)


Bagi yang pengen ikutan mendengar, silahkan download dari sini.

Friday, March 6, 2009

Iseng-iseng di Hari Jumat

Ada sebuah permainan matematika yang kelihatannya tidak memiliki jawaban karena pertanyaan yang tidak scientific, tapi sebenarnya bisa dijelaskan dengan logika. Berikut pertanyaannya:


Seorang ayah memiliki tiga orang anak. Perkalian umur tiga anaknya tersebut adalah 36 tahun. Jumlah umur tiga anaknya tersebut adalah banyaknya jendela yang ada di kantor si ayah tersebut. Anak pertama memiliki mata berwarna biru. Berapakah umur masing-masing anak tersebut?


Yang sedang memiliki waktu luang silahkan coba menjawab pertanyaan iseng-iseng ini :)

Great Writer

There was once a young man who, in his youth, professed a desire to become a "great" writer.

When asked to define "great" he said "I want to write stuff that the whole world will read, stuff that people will react to on a truly emotional level, stuff that will make them scream, cry, wail, howl in pain, desperation, and anger!"

He now works for Microsoft writing error messages.

Thursday, December 25, 2008

Review Film: Mirrors

Sering menonton film seri Supernatural membuat saya jadi terbiasa dengan film horror ala barat (US), dan malah cenderung menganggap film-film horror ala barat yang ada sekarang ini belum ada yang bisa menandingi film seri Supernatural. Sebut saja film The Messengers sebagai contoh, bukannya merinding, tapi saya malah mengantuk menonton film ini.


Tapi agak berbeda ketika saya menonton film Mirrors yang mulai ditayangkan di bioskop akhir tahun 2008 ini. Awalnya saya sudah pesimis bahwa film ini akan membosankan. Akan tetapi saya salah, karena film ini sangat menarik untuk diikuti.


Walau jalan ceritanya sedikit bisa ditebak karena tipikal horror, tapi ada twist di akhir film, dimana pada akhirnya penyebab dari semua "kekacauan" yang awalnya diduga berasal dari mirror diketahui. Dan pemecahan dari "kekacauan" ini juga sedikit tragis (awalnya saya kira semua berakhir dengan baik). Akhir dari film ini juga membuat greget, bagi yang pernah menonton Silent Hill kira-kira begitulah ending dari film ini.


Saya merekomendasikan para penggemar film horror untuk menonton film ini, dijamin tidak seperti film horror sampah buatan Indonesia.

Wednesday, December 24, 2008

Review Buku: Komik Kambing Jantan

Komik ini dikarang oleh Raditya Dika, blogger aneh bin ajaib yang sebelumnya telah menerbitkan empat buku yang isinya tentu saja gokil bin bocor. Berhubung Raditya Dika "hanya" bisa nulis, maka ada orang yang bantuin dia untuk menggambar komiknya, dialah Dio Rudiman.


Cerita yang dimuat dalam komik ini belum pernah dipublikasikan oleh Raditya Dika, baik di blog nya maupung di buku-buku nya, jadi ceritanya benar-benar "fresh". Ceritanya seperti biasa mampu memancing gelak tawa, intinya adalah pegalaman konyol Raditya Dika ketika belajar di Adelaide. Tapi gambar komiknya menurut saya terlalu ekspresif, jadi terkesan lebay. Mungkin karena ilustrator nya masih terpengaruh komikus Jepang yang memang ekspresi wajahnya sangat berlebihan.


Yang membuat buku ini agak susah dinikmati adalah karena gambarnya tidak memperhitungkan border tengah, sehingga gambar-gambarnya yang di bagian tengah buku sulit dibaca karena terlalu rapat. Kalau mengenai harga (Rp. 33.000,-) menurut saya cukup wajar, berhubung jumlah halamannya banyak, dan lagi, saya membelinya dari Toko Buku Gramedia yang sedang diskon 30%, jadi saya hanya cukup merogoh kocek sebesar Rp. 23.000,-


Buat penggemar komik, tidak ada salahnya membaca buku ini. Hitung-hitung mendukung dunia per-komik-an Indonesia.

Review Film: Eagle Eye

Menonton film ini mengingatkan saya akan dua film yang sudah pernah saya tonton, yaitu Enemy of the States dan War Games. Mengingatkan akan Enemy of the States karena di film ini ditunjukkan bagaimana privacy sudah tidak ada lagi, segala sesuatunya bisa dimonitoring (di US tentunya) menggunakan alat-alat yang canggih. Mengingatkan akan War Games karena di film ini, monitoring dilakukan oleh sebuah super komputer yang canggih, yang sangking supernya jadi lepas kontrol.


Tokoh antagonis pada film ini bukanlah manusia, melainkan si super komputer, yang berencana menghabisi presiden USA dan jajaran kabinetnya. Dan tokoh protagonis nya adalah saudara kembar dari orang yang awalnya mengurus si super komputer.


Sepanjang film penonton akan disuguhi dengan aksi-aksi yang melibatkan teknologi yang canggih, dimana si super komputer bisa dengan mudahnya mengendalikan lampu lalu lintas, pengungkit mobil, arah perjalanan Kereta Listrik, dll. Selain teknologi canggih, film ini juga mencoba menggugah emosi penonton karena salah satu tokoh dalam film ini adalah seorang Ibu yang terpaksa mengikuti perintah-perintah si super komputer agar anaknya bisa selamat.


Bagaimana akhir dari film ini? Apakah presiden dan jajaran kabinetnya jadi dihabisi? Apakah si super komputer berhasil dilumpuhkan? Apakah si Ibu berhasil menyelamatkan anaknya? Silahkan tonton film nya sendiri, hehehehe. Selamat menonton.

Friday, December 19, 2008

Konser Dewa 19 di Pematang Siantar

Kemaren, Rabu 17 Desember 2009, Dewa 19 mengadakan konser di kota Pematang Siantar, Sumatera Utara.


Saya tahu informasi mengenai konser ini beberapa hari sebelumnya melalui spanduk-spanduk yang dipasang di beberapa jalan di kota Balige. Pada spanduk tertulis bahwa konser akan dimulai pukul 17:00 di lapangan Brimob, kota Pematang Siantar.


Berhubung ini adalah kesempatan yang langka (konser terakhir yang saya tonton adalah konser group band Tipe-X di Porsea sekitar 1 tahun yang lalu), maka saya dengan semangat '45 bergerak menuju kota Pematang Siantar yang "berjarak" 2 jam dari tempat saya.


Sampai di lokasi konser, ternyata "tiketnya" ternyata cuman sebungkus rokok X-Mild (promotor konser) seharga Rp. 8.000,-. Pukul 19:00 dan konser belum dimulai. Penonton juga masih sedikit. "Sambel" pikir saya, "ngapain buru-buru kalo ternyata molor, I should've known that concert performance is usually delayed".


Setelah menunggu sekitar setengah jam, akhirnya konser dimulai. Tapi bukan Dewa 19 yang muncul, melainkan band pembuka, yang (sontoloyonya) ada empat band. Tapi lumayan menghibur karena lagu-lagu yang dibawakan lagu-lagu yang saya tau dan saya suka.


Sekitar pukul 21:00 akhirnya Dewa 19 muncul, akhirnya penantian itu berbuah manis. Konser Dewa 19 dibuka dengan suara instrumen yang aneh selama sekitar 5 menit *cape deh*. Baru kemudian Dewa 19 membawakan lagu-lagunya. Semua lagu yang dibawakan mampu membuat penonton berjingkrak-jingkrakan. Bahkan sampai dorong-dorongan (dan ada yang berantem, biasalah orang kampung ;p). Sesekali mobil pemadam kebakaran menyiramkan air supaya suasana tidak terlalu panas.


Secara keseluruhan penampilan Dewa 19 memang bagus, kecuali lagu terakhir yang dibawakan, yang merupakan single terbaru dari Dewa 19 (Perempuan Paling Cantik di Negeriku Indonesia) dimana Once salah masuk, keduluan padahal seharusnya masih intro :D. Tapi yang sangat saya sayangkan Dewa 19 seakan-akan tidak menyatu dengan penonton. Kadang-kadang Once menyapa penonton tapi kelihatannya seperti basa-basi saja. Tidak ada koneksi yang terbangun dengan penonton. Beda dengan konser Jikustik yang saya tonton beberapa tahun lalu di Balige, dimana Ponky berusaha mendekatkan diri dengan penonton dengan menggunakan kata-kata lokal seperti "horas", lalu mengajak salah satu penonton maju ke depan dan berinteraksi dengan penonton tersebut.


Tapi saya cukup puas karena bisa menonton konser Dewa 19, sekalian hiburan yang memang susah ditemui di sekitar Bonapasogit.

Sunday, August 24, 2008

Heaven is a Place on Earth

Saya suka menonton film, dan ketika menonton film bukan hanya jalan ceritanya saja yang saya simak, tapi lagu-lagu yang diputar di film tersebut, istilah bahasa Bataknya Original Sound Track.

Seperti hari ini, saya menonton film Harold & Kumar Escape from Guantanamo Bay dan mendengar ada lagu yang sangat enak didengar (menurut saya), dan judul lagu tersebut adalah Heaven is a Place on Earth. Lagu ini diputar ketika adegan Harold mencari wanita pujaannya di Kota Amsterdam.

Tidak butuh waktu lama untuk mendapatkan MP3 lagu tersebut, tapi ternyata versinya tidak sesuai dengan yang di film tersebut (kebanyakan versi remix, jadinya lagu ajeb-ajeb), tapi pada lagu ketiga ketemu versi yang cocok, yaitu yang dinyanyikan oleh Belinda Carlisle.

Untuk videonya dapat dilihat dari youtube.

The Square Root Of Three

Baru nonton film Harold & Kumar Escape from Guantanamo Bay dan ternyata ada puisi mengenai akar dari tiga, bagus juga, sangat kreatif (walau si Kumar mengakui bahwa puisi tersebut lame). Pencipta puisi tersebut adalah David Feinberg.

Berikut puisinya:

I fear that I will always be
A lonely number like root three
A three is all that's good and right
Why must my three keep out of sight
Beneath a vicious square-root sign?
I wish instead I were a nine
For nine could thwart this evil trick
With just some quick arithmetic
I know I'll never see the sun
As 1.7321
Such is my reality
A sad irrationality
When, hark, just what is this I see?
Another square root of a three
Has quietly come waltzing by

Together now we multiply
To form a number we prefer
Rejoicing as an integer

We break free from our mortal bonds
And with a wave of magic wands
Our square-root signs become unglued
And love for me has been renewed


Angka 1.7321 tentu saja hasil pembulatan karena akar dari tiga adalah bilangan irasional (seperti yang tertulis juga di puisi tersebut) dan bilangan-bilangan setelah koma pada bilangan irasional tidak memiliki pola.

Friday, July 11, 2008

If Ever You're In My Arms Again

It all came so easy, all the loving you gave me
The feelings we shared, and I still can remember
How your touch was so tender, it told me you cared
We had a once in a lifetime
But I just couldn't see, until it was gone
A second once in a lifetime, may be too much to ask
But I swear from now on

Chorus:
If ever you're in my arms again
This time I'll love you much better
If ever you're in my arms again
This time I'll hold you forever
This time will never end

Now I'm seeing clearly
How I still need you near me
I still love you so
There's something between us
That won't ever leave us
There's no letting go
We had a once in a lifetime
But I just didn't know it
Till my life fell apart
A second once in a lifetime
Isn't too much to ask
'Cause I swear from the heart

Chorus

The best of romances,
deserve second chances
I'll get to you somehow
'Cause I promise now

Tuesday, July 8, 2008

The Mist

Last Saturday I was so bored so I decided to watch a movie titled The Mist.

It's a story about horrible creatures (product of military experiment) invasion. The lab where the creature was created was somehow leak and all the creatures went out to town preying human flesh. The terror begun when a mist surrounded the town, and from that mist all the creatures showed up to catch and eat human flesh.

Almost all people in town gathered at a store. At the end, a group of people consists of a father, a son, a young woman, and a couple of old man and woman managed to escape from the store and tried to travel as far as they could, far away from the mist. In the middle of their travel, the car run out of gas. So the man killed all other person in the car, he thought it's better for them to be killed by a gun instead of eaten by creatures.

But, not long after he killed other persons, a bunch of military personel came to rescue. And all he could do was crying, regreting what he's done. May be it will be different if he didn't act stupid and encourage other person to strive until their last and not surrender to death.

Moral of the story: Even in a very bad condition, there will always be choices. Pick one that give more chances to step ahead.

Sunday, May 18, 2008

Ai Holan Ho

This is the lyric of one of my favorite Batak songs.
Holan Ho

Nang Pe Gaor Galumbangi
Nang Ro Haba Habai
Sai Hulugahon Do Solukki
Manjalahi Ho

(*)
Nang Gaor Hata Hatai
Ro Tusi Pareonki
Sai Hupasiding Sai Hupasiding
Humokkoppo

Reff
Ai Holan Ho Di Rohakki
Ai Holan Ho Di Nippiki
Dang Muba Dan Mose 2x
Sai Hot Do Ho Di Rohakki

Return to (*)
Return to Reff 2x

Dang Muba Dan Mose 2x
Sai Hot Do Ho Di Rohakki

Saturday, April 26, 2008

Dilbert Comics

Dilbert website changed its skin. Lots of people responded negatively, like:

  • http://blogs.sun.com/kevin/entry/new_dilbert_com_web_2

  • http://blogs.sun.com/venky/entry/whats_up_with_dilbert_com


This is because they use flash (not all browsers support flash). But actually, we can still read Dilbert comic by using its RSS from here.

Tuesday, April 22, 2008

About my top three tracks at LastFM

There are only three songs that I listened most currently at LastFM, they are:

  1. Big Mountain – Only One.

  2. Juges Trio – Holan Ho.

  3. GrooveBandit – Rindu.


The first song is about a guy who's really mad about a girl that he wanted to do anything to show her that she's the only one who stole his heart away. Besides strong in lyrics, the music is also cheering because its genre is reggae.

The second song is in Batak language. I don't know the exact meaning of the lyric, but I'm sure it has the same theme as the first song.

There's nothing special about the lyric of the third song, but it sure has a lovable beat and a fine tune. I usually play this song to accompany me while I sleep very late at night.

If you're interested to hear the song, just google it or search in multiply [dot] com.

Sunday, April 6, 2008

Bye Ramiele

Too bad you're eliminated in this episode, I thought that you can make it at least to the top 5. But that's okay, you did a good job there, and may be this is not your way of success, I believe that you can be succeed out there. Good bye Ramiele.

Now, I hope that Kristy Lee Cook can stay longer there :)

Wednesday, February 20, 2008

Wedding Daze

Been busy lately, work's overloaded, demand was so high, so I just have to stop writing for a while.

To gain new spirit I entertain my self with a movie titled "Wedding Daze". Its genre is Romantic-Humorous-Drama. It's a story about a guy, who've just lost his fiancee-to-be in the day of the proposal. After that, the guy felt terrible and always thinking about his late girlfriend. Until one day, when he and his friend took a breakfast at a restaurant, his friend asked him to stop thinking about his late girlfriend, open his eyes, and find a new girl. Then the story goes, he saw the waitress in the restaurant and he suddenly asked the waitress to marry him, and the girl said "yes". And that's where the story begin!

This movie is easy to follow, full of humors, and lots of lessons about love. One of my favorite quote is

"And I think love can be instantaneous and insane"

Well, who knows when love will come.

Saturday, February 9, 2008

CCTV on Jakarta

Just sharing a (useful?) link. The page will display several images captured by CCTV in several areas in Jakarta. Pancoran, Ps. Minggu, and Gatot Subroto are few of them. The page will be refreshed every couple seconds with an updated images.

Friday, February 8, 2008

Zuko The Fire Lord?

Watch this movie to know why Zuko will be the next Fire Nation's Fire Lord :D