Monday, November 10, 2008

Pejabat Narsis Itu

Saya, Lampet Kurang Mateng, menghimbau agar seluruh masyarakat kota Kutu Kupret menjaga kebersihan lingkungan masing-masing. Saya, Lampet Kurang Mateng, menghimbau agar seluruh masyarakat kota Kutu Kupret supaya segera membuat KTP, dll


Himbauan di atas juga akhir-akhir ini (sebenarnya sudah agak lama, tapi saya lupa kapan pastinya) sering sekali diperdengarkan di radio lokal di kota kampung tempat saya berada.


Seharusnya sih himbaun tersebut memang benar-benar ditujukan untuk menyampaikan pesan-pesan bagi masyarakat. Tapi dengan munculnya nama "Lampet Kurang Mateng" setiap kali himbauan tersebut diperdengarkan malah membuat himbauan tersebut menjadi ajang "narsis", ato lebih blak-blakannya kampanye terselubung. Kalau memang tujuannya adalah sebagai iklan layanan masyarakat/himbauan, gak perlu lah pakek "memperkenalkan diri" segala. Bukan "siapa yang mengatakan" yang penting, tapi "apa yang dikatakan" itu yang penting.


Jadi ingat juga si kumis yang baru-baru ini juga menjabat, dia membuat iklan sadar pajak gede-gede, tapi bukan menunjukkan kenapa sadar pajak itu penting, tapi malah menunjukkan kumisnya :)


Tapi itulah yang namanya aji mumpung, mumpung masih menjabat, mumpung masih bisa menggunakan uang kantor dengan dalih kebaikan rakyat, mumpung Sandra Dewi masih single. Kalau masih sekali-sekali sih gak papa, tapi kalau keseringan bisa bikin mual.


Kapan ya punya pejabat pemerintahan yang benar-benar mementingkan rakyat, bukan malah meng-abuse rakyat?

Saturday, November 8, 2008

Buaya Dikadalin

Awal Agustus yang lalu account saya yang di Multiply dicuri oleh orang iseng. Awalnya orang iseng tersebut memberikan sebuah link yang menuju ke blognya, tapi ketika diklik, ternyata halaman blog tersebut me-load sebuah halaman login ke Multiply yang palsu.


Saya, dalam kondisi mengantuk (jam 2:30 AM) dan penasaran (karena dia mempost artikel SARA di blognya), dengan sukses memasukkan username dan password saya di multiply ke halaman login palsu tersebut.


Awalnya saya masih tidak ngeh, kalau ternyata informasi account saya telah dicuri, sampai ada pemberitahuan di email saya bahwa alamat email dan password Multiply saya telah diganti. Dengan perasaan cemas campur jus terong belanda, saya coba login ke Multiply, dan ternyata sudah tidak bisa lagi. WTF. Sial, buaya sudah dikadalin.


Akhirnya saya cuci muka (biar segar), lalu melakukan pembalasan. Saya kontak admin server dimana si orang iseng tersebut meng-host halaman login multiply yang palsu tersebut, dan menyatakan bahwa server tersebut telah disalahgunakan untuk kejahatan phishing. Selain itu, saya juga mengirim email ke admin Multiply menceritakan kronologis pencurian account saya. Ketika menghubungi admin kedua server tersebut, saya menyertakan link-link milik si orang iseng sebagai bukti.


Tak sampai satu minggu kemudian muncul notifikasi di email saya bahwa account saya di Multiply telah di restore (alamat email diganti kembali ke alamat email saya yang di GMail, dan password saya telah direset). Selain itu, tidak lama berselang, admin di server tempat host web palsu itu mengirim email ke saya bahwa account si orang iseng (beserta halaman-halaman webnya) telah di-suspend. Biar nyaho, siapa suruh ngadalin buaya?


Moral of the story:



  • Jangan ngenet dalam kondisi ngantuk

  • Kalau mengalami pencurian identitas (melalui phishing) jangan ragu untuk langsung mengontak admin-admin server yang terkait

  • Selalu ingat bahwa Aura Kasih lebih cantik dibandingkan Dian Sastro

Issu do i

Lagu-lagu Batak (murni) kebanyakan didominasi oleh lagu yang mangandung-andung (bukan mengandung, mangandung-andung adalah kata dalam bahasa Jerman Kuno yang artinya ratapan tangis). Kalau musiknya ceria, biasanya liriknya sedih. Kalau musiknya sedih, biasanya liriknya ceria. Jarang-jarang ada lagu Batak yang musik dan liriknya ceria.


Tapi agak berbeda kalau lagu Batak sudah "dikawinkan" dengan musik dari daerah Melayu, jadi meriah euy, baik lirik dan musiknya jadi ceria (walau liriknya kebanyakan mengenai percintaan).


Seperti lagu yang berjudul "Issu Do I" yang dibawakan oleh Trio Lamtama, dari awal musiknya sudah bikin bergoyang, dan liriknya juga tidak sedih. Bercerita mengenai seorang pemuda yang mencoba meyakinkan bahwa dia setia pada hasiannya (pacarnya), dan mengenai berita bahwa dia ada "main" itu cuman issu (gosip).


Berikut saya tuliskan liriknya (tapi secara grammar Batak saya masih tingkat pre-Basic, mohon maklum kalau ada kata-kata yang salah):



Issu do I
Trio Lamtama

(*)
Cinta hian do ahu tu ho
Sian nasa rohangku ito
Unang curigai ahu
Unang cemburui ahu
Cinta hian do ahu tu hu

(**)
Sayang hian do ahu tu ho
Pos roham unang marsak be ho
Unang curigai ahu
Unang cemburui ahu
Sayang hian do ahu tu ho

Reff:



Kabar na binegem issu do i
Pamora-mora do i
Aut dijaha ho ma di bagas rohangki
Holan goarmu do di si

Unang cemburui ahu
Unang curigai ahu
Cinta hian do ahu tu ho
Unang cemburui ahu
Unang curigai ahu
Sayang hian do ahu tu ho

Kembali ke (*), (**), Reff


Bagi yang berminat mendengar, silahkan download lagunya di sini (hasil upload sendiri, mohon link-nya jangan disebarluaskan).

Cem betul aja

"Kami memberikan bukti, bukan janji".


Kata-kata di atas semakin sering saya dengar di radio lokal yang memang akhir-akhir ini semakin dipenuhin oleh kampanye parpol-parpol menjelang pemilu 2009 tahun depan.


Yang bikin eneg (mau muntah), orang-orang yang mengatakan kata-kata tersebut adalah orang "asing" dalam pengertian adalah orang kota (tidak tinggal di Bonapasogit) yang baru-baru ini datang ke kampung karena keperluan kampanye, yang tentu saja belum jelas apa kontribusinya (dia dan partainya) yang juga kebanyakan adalah partai-partai baru) untuk kemajuan daerah ini, tapi dengan seenak udelnya mengklaim "memberikan bukti", cem betul aja kawan ini, amagoi amang, accit nai ate-atekku (mak jang, sakitnya hati ku).


Tapi, hepeng do na mangatur negara on (uangnya yang mengatur negara ini), kalau dia (dan partainya) punya banyak uang, sukanya lah, mau ngomong akan mengembangkan pertanian, mau menggratiskan pengobatan, mau bilang Dian Sastro lebih cantik dari Aura Kasih itu terserah dia lah.


Mudah-mudahan rakyat sekarang sudah lebih pintar memilih, mana yang tulus mengembangkan daerah Bonapasogit, mana yang cuman mau mem-buncit-kan diri sendiri. Tapi agak ragu juga bah, cemana lah, kabupaten tetangga aja baru "mengalaminya" :(


Ambal ni hata (by the way), ngapain pulak awak mikirin politik, mendingan matikan radio, nyalakan MP3, dan baca-baca ebook.

Thursday, November 6, 2008

Ketika Rasa Malas Melanda

Heran, sudah beberapa hari ini bawaannya males ngapa-ngapain. Yang ada cuman merenung dan bertanya, "kenapa rasa malas ini datang?", "kenapa datang di saat penting?", "kenapa belum timbul semangat lagi?", "kenapa Sandra Dewi masih single?"


Kalau sudah begini biasanya saya tidak mau maksa untuk melakukan apa-apa, mungkin memang tubuh ini minta istirahat dulu, pikiran minta bersantai dulu, hati ini minta ditenangkan dulu, perut minta diisi B2 Panggang Karo.


Untung aja ada hiburan, The Big Bang Theory Season 2 Episode 6 dan The Simpsons Season 20 Episode 4. Tapi itu hanya untuk sementara, pada saat menonton banyak adegan lucu yang membuat tertawa dan bersemangat, tapi hanya untuk sementara, begitu si Homer Simpson dan si Flander dipatuk burung, berakhir juga keceriaan dan semangat itu.


Iseng-iseng lanjutin baca Head First EJB, tapi gak masuk, mata memang membaca Master Mock Exam nya, tapi pikiran ntah melayang kemana.


Jadinya begini, nulis post yang gak jelas, sekedar merekam perasaan hari ini. Sedikit menghibur, tapi ah sudahlah, mungkin lebih baik jadi robot sementara, melakukan kerjaan dengan mengesampingkan emosi. Semoga tidak selamanya.

Tuesday, November 4, 2008

Mantap Kali Fuang

Sejak kapan engine blog di FS menggunakan Wordpress? Jadi keren kali kurasa :)