Saya, Lampet Kurang Mateng, menghimbau agar seluruh masyarakat kota Kutu Kupret menjaga kebersihan lingkungan masing-masing. Saya, Lampet Kurang Mateng, menghimbau agar seluruh masyarakat kota Kutu Kupret supaya segera membuat KTP, dll
Himbauan di atas juga akhir-akhir ini (sebenarnya sudah agak lama, tapi saya lupa kapan pastinya) sering sekali diperdengarkan di radio lokal di kota kampung tempat saya berada.
Seharusnya sih himbaun tersebut memang benar-benar ditujukan untuk menyampaikan pesan-pesan bagi masyarakat. Tapi dengan munculnya nama "Lampet Kurang Mateng" setiap kali himbauan tersebut diperdengarkan malah membuat himbauan tersebut menjadi ajang "narsis", ato lebih blak-blakannya kampanye terselubung. Kalau memang tujuannya adalah sebagai iklan layanan masyarakat/himbauan, gak perlu lah pakek "memperkenalkan diri" segala. Bukan "siapa yang mengatakan" yang penting, tapi "apa yang dikatakan" itu yang penting.
Jadi ingat juga si kumis yang baru-baru ini juga menjabat, dia membuat iklan sadar pajak gede-gede, tapi bukan menunjukkan kenapa sadar pajak itu penting, tapi malah menunjukkan kumisnya :)
Tapi itulah yang namanya aji mumpung, mumpung masih menjabat, mumpung masih bisa menggunakan uang kantor dengan dalih kebaikan rakyat, mumpung Sandra Dewi masih single. Kalau masih sekali-sekali sih gak papa, tapi kalau keseringan bisa bikin mual.
Kapan ya punya pejabat pemerintahan yang benar-benar mementingkan rakyat, bukan malah meng-abuse rakyat?