Friday, August 22, 2008

Matrikulasi itu

Kemaren saya dapat kesempatan memberikan sebuah materi dari serangkaian materi yang akan diberikan ke mahasiswa baru di tempat saya mengajar.

Karena jadwal yang diberikan kepada saya sudah sore (mulai pukul 15:00) saya ingin mengetahui apakah mahasiswa baru tersebut masih memiliki energi yang cukup untuk berkonsentrasi untuk menyerap materi yang akan saya berikan.

Saya memberikan test sederhana berupa sebuah persamaan:

X + Y = X / Y


Dengan sembarang saya memilih seorang mahasiswa untuk menjawab berapa nilai X apabila diketahui nilai Y sama dengan 3. Mahasiswa yang saya tunjuk tidak dapat menjawab, mungkin masih syok karena diberikan soal mendadak. Saya tanya mahasiswa di sampingnya juga tidak bisa menjawab. Hmm... mungkin perlu waktu sedikit lebih lama untuk loading. Dan memang benar, mahasiswa berikutnya sudah bisa menjawab dengan benar. Setidaknya saya amati hampir semua mahasiswa mencoba menghitungnya (yang artinya mereka masih berkonsentrasi :D)


Saya membawakan materi dengan topik email. Sebenarnya bukan ini topik yang diberikan kepada saya di awal, tapi saya meminta kepada koordinator matrikulasi supaya saya diberi topik ini karena saya ingin mendidik mahasiswa baru supaya mereka tidak membuat kesalahan yang sering dilakukan ketika berkomunikasi dengan email, terutama untuk kesalahan-kesalahan yang sering saya amati secara langsung.


Secara teori saya merasa semua sudah disampaikan, sayangnya saya tidak bisa mengamati ketika praktikum karena ada masalah dengan login mereka.


Well, I'll see that in the matriculation test.

Kejujuran itu spesial lho...

Tidak percaya kalau kejujuran itu spesial? Silahkan tonton iklan sirup *** yang menggambarkan bahwa anak yang melakukan kejujuran sebagai sesuatu yang spesial.

Secara sederhana, kalau kejujuran itu adalah hal yang spesial, berarti ketidakjujuran adalah hal yang umum. Apakah memang begitu? Apalagi negara Indonesia dikenal sebagai negara yang penduduknya taat beragama, kejujuran seharusnya menjadi nilai yang ditanamkan sejak kecil, dan seharusnya adalah hal yang biasa.

Ada dua dampak ekstrim dari kisah di iklan tersebut:

  1. Orang-orang akan semakin giat berbuat jujur supaya dianggap spesial

  2. Orang-orang akan semakin giat berbuat ketidakjujuran karena menganggap itu hal yang umum


Semoga saja dampak ekstrim yang paling banyak terjadi adalah yang pertama.

PS: Saya bukan kritikus iklan, cuman kebetulan ada kesempatan nonton tipi selama 2 minggu *nasib manusia goa* jadi tertarik melihat dan mengomentari iklan yang "tidak biasa".

Kereta bawa motor

Pernyataan di atas adalah jawaban teman saya yang rumahnya di Bandung dan berencana membeli sepeda motor di Jakarta, ketika saya tanyakan bagaimana cara membawa sepeda motor tersebut ke Bandung.

Sekilas tidak ada yang aneh dengan pernyataan di atas, tapi kalo pernyataan di atas diucapkan di daerah Bonapasogit, mungkin banyak yang akan mengernyitkan dahi, karena kereta di Bonapasogit artinya adalah sepeda motor, dan motor di Bonapasogit artinya adalah mobil. Jadi bisa dibayangkan kira-kira makna pernyataan di atas apabila diucapkan di Bonapasogit :D

PS: Bonapasogit adalah sebutan untuk kampung orang Batak.

Selamat Berbahagia Kawan

Mungkin sudah agak basbang, tapi tidak ada salahnya terlambat menyampaikan ucapan turut berbahagia atas pernikahan kedua teman saya, Ondy Dharma Indra Sukma Tambun dan Imelda Rinawaty Simanjuntak pada tanggal 9 Agustus 2008 yang lalu.

Sayang sekali saya tidak bisa mengikuti acara tersebut karena ada urusan di Jakarta. Karena saya sudah mengetahui bahwa saya tidak dapat hadir di acara tersebut, saya menyempatkan diri datang ke pesta martumpol mereka di HKBP Glugur Medan.

Berikut satu gambar yang saya sempat ambil di pesta martumpol mereka:



Selamat menempuh hidup baru kawan. Semoga senantiasa diberkati Tuhan.

Monday, August 18, 2008

Dirgahayu Republik-ku Tercinta

[caption id="" align="alignnone" width="313" caption="Indonesia"]Indonesia[/caption]

Semoga rakyat-mu bisa merdeka dari segala macam bentuk penjajahan. Amien.

PS: Judulnya bukan kampanye terselubung ya :) (sengaja dikasih dash dan penekanan huruf "k" - red).

Friday, August 15, 2008

Logic is Everywhere

Today is the last day of Summer School program that followed since 4th August 2008 at Faculty of Computer Science, University of Indonesia. The topic of the summer school is "Computational Logic and Its Applications". Almost all the lecturers are from TU Dresden, Germany. But there is also one lecturer from ANU, Australia, and of course one from UI.

The topic is really new for me, since my educational background is in Mathematics, and I work in education field in Informatics, so I never learn (or even heard) about Computational Logic. And as I predicted, the topic is really brain-teasing. Classical Logic that I've learned in one of my course during my undergraduate study is far simpler than what I learned during the summer school.

I'll write (very) brief information about each of the lectures in my next posts, but for now, I'll just give a general information about the courses given.

The first course was Propositional Logic and Satisfiability Testing from Holldobler. He's the Director of the ICCL. Then came Axel Grossmann with his Probabilistic Reasoning. Topic about Proof Theoretical Foundations for Specification Languages was given by Alwen Tiu. Stefanus gave course titled Modal Logic (where truth has several modes ;p). Course about Description Logic was given by the only beautiful lecturer of all, Anni-Yasmin Turhan. Possega gave a course on Interactive Theorem Proving. And the last but not least, a the only mathematician, Ganter, who gave a course on Formal Concept Analysis.

Frankly, I don't understand the whole course very well, but I'll try to learn it again when I come back to my campus, because all the topics are really interesting.

Well, that's all for now, hopefully I have enough time to write each of the courses given.